Seruling Gading harimau Putih
Bag ; 39
Menghawatirkan prahara yg hilang di barisan gaib cermin hidup
Tetua bintang perak yg berusaha menghindar dari lalat hijau yang tersimpan di barisan itu, begitu pula dengan teua awan putih dan si jakung berbudi yang mengeluarkan jurus-jurus andalanbmereka untuk melindungi diri mereka dari serangan lalat hijau,sambil berusaha menjauh dari kejaran lalat hijau . Setelah dapat menjauh dri lalat itu nereka kembali ke rombongan pendekar
Para pendekar dan tetua mulai panik melihat wajah para tetua yang ilmunya tidak diragukan lagi terlihat wajah mereka meneegang setelah dari jebakan itu begitu ,tambah tadi mereka mendengar suitan yang keras dari tetua bintang perak yang dialiri hawa sakti yang kuat.
“Pasti ada sesuatu yang berbahaya tersimpan di jebakkan itu”..kata pengemis dekil dalam hatinya
“ada apa tetua ?”. Sahut lamtian dengan pendekar muda lainnya yg penasaran tentang apa yg di hadapi oleh para tetua.
“Gila ,ternyata emang benar yg di katakan prahara,barisan itu menyimpan jebakkan yg berbahaya”. Desis tetua bintang perak, sambil melancarkan waha murninya,tidak lama setelah itu pendekar awan putih dan si jakung berbudi datang dengan nafas putus2.
“lalat hijau beracun!”kata si jakung berbudi sambil melancarkan hawa murninya dengan tetua awan putih, tubuh mereka terlihat seperti setelah bertempur dengan beberapa tokoh lihay.
“Lalat hijau beracun!”desis ketua bargawa yg sprtinya mengenal lalat hijau tersebut,begitu pula dengan ketua bargawa dan para tetua yg sepertinya sangat tahu dengan lalat hijau tetapi lain hal dengan ketua narana ean beserta para pendekar muda ,andini,lamtian,permana,jonio,dan si kipas perak yang mana mereka tidak mengetahui tentang lalat hijau yg di ceritakan tetua bintang perak.
“ Emang ada apa dengan lalat hijau tersebut tetua ?”.tanya andini pada tetua bintang perak disertai pendekar muda lainnya yg jga ingin tahu soal lalat hijau tersebut.tetua ingat betul dengan kejadian puluhan tahun silam yaitu , seorang datuk sakti pernah menggunakannya sebagai senjata mematikan. Dalam hitungan jari, membunuh gerombolan bandit di wilayah utara Tanah Tondong. Karena itulah, Tetua Bintang Perak sangat gusar melihatnya.
“ Lalat hijau tersebut bukanlah lalat biasa, lalat tersebut pernah di gunakan oleh seorang datuk sakti pernah menggunakannya sebagai senjata mematikan. Dalam hitungan jari, membunuh gerombolan bandit di wilayah utara Tanah Tondong , puluhan tahun silam . Karena itulah, Tetua Bintang Perak sangat gusar melihatnya.
“ apa benar itu tetua?”
“Iya,emng seperti itu,nggak slh lagi itu memang lalat beracun rersebut”. Lirih tetua bintang perak ,para pendekar dengan serius memperhatikan penjelasan tetua bintang perak yang sangat menarik dan mencoba memecahkan jebakan tersebut.
.
“Apa tetua tau siapa datuk yang menggunakan lalat hijau tersebut?” tanya ketua bergawa ,sedangkan tetua tongkat hitam yang dari tadi hanya mendengarkan dan memikirkan sesuatu.
“Apa mungkin datu k tersebut yang membuatnya?”tanya tetua tongkat yang sedari tafi cuman diam dan memerhatikan dengan teliti percakapan para pendekar.
“ maaf saya tidak mengetahui orangnya,tapi ada orang menyebutnya datuk racun putih, ia merupakan seorang datuk golongan lurus,dan tidak mungkin dia yg melakukannya dan yg pasti orang yg membuatnya bukanlah orang yg kekuatannya di bawah sya.” Jelas tetua bintang perak.
Tiba wajah para pendekar berubah berkerut karena kelompok panji emas memiliki para para pesilat lihay yy menyertai mereka,,tetapi berbeda dandini kelani yg tiba2 wajahnya berubah cemas,karena ia khawatir penyebab prahara menghilang terkena serangan lalat hijau beracun. Permana yg melihat keanehan pada saudaranya ia langsng menannyakan kepada kelani.
“ ..Lani..... Ada apa denganmu”. Tanya permana heran .ketua narana yg sangat mengenal kelani ia jga klhatan penasaran atas anaknya kelani,sebab sikap kelani yg biasanya keras skrng tiba2 kelihatan ketakuttan. Begitu jga dengan para pendekar muda ,yg mana mereka udah sngt dekat dgn kelani selama perjalan mencari tahu jejak kelompok bertopeng.
“ tetua apa mngkin kakang prahara menghilang karena terkena serangan lalat hijau itu, makanya sejak dia masuk ke semak itu dia tidak keluar tetua”. Tanya lani kepada para tetua
Para pendekar yg jga mendengar perkataan kelani tdak kalah terkejunya mereka, karena prahara menghilang sesudah memasuki barisan gaib tersebut,tambah lagi mendengar penjelasan tetua bintang perak yy mana lalat tersebut dapat membunuh dalam hitungan jari,begitu juga dengan ketua narana yg menghawatirkan nasib keponakannya tersebut, kekhawatiran para tetua tidak dapat disembunyikan,tetapi para tetua menyakini jika prahara tidak akan kalah dengan lalat itu ,terutama si jakung berbudi yg sangat kagum dengan ilmu prahara.
“ tidak mungkin prahara kalah bgtu saja dengan lalat itu,dengan ilmunya yg tinggi dan kepintarannya itu”. Desis si jakung berbudi
“ tetua apa tetua tdi melihat sesuatu di jebakkan tengah yg dimasuki prahara tdi” tanya kelani pada si jakung berbudi, karena si jakung berbudi yg menelusuri semak yg dimasuki prahara.
“ Tidak ada” sahut singkat si jakung berbudi
“ Lani gk usah khawatir kakang prahara pujaan hatimu pasti baik baik saja” ejek permana diikuti ketawa para pendekar muda dan tetua.
Ketua margawa yg dri tadi hanya diam mendengarkan para tetua dan pndekar mencoba menenagkan suasana.
“ sebaiknya kita tubggu saja sebentar lagi,jika nanti setelah terbit fajar prahara belum juga mncul kita lanjtin perjalana kita”....kata margaws
bijak
“ Usulan bagus itu,, dan sambik menunggu lbh baik kita memulihkan dan memgumpulkan tenaga kita masing2” balas si jakung berbudi, yg memiliki kebijakkan dan kepintaran dan yg hebat
“Baik,emng bgtu sebaiknya”.lirik ketua narana dsertai anggukkan kepala para pendekar muda dan para tetua lainnya,dan mereka mulai mengatur hawa murni mereka masing .
Para pendekar yg mengkhawatirkan nasib prahara yg terjebak di Barisan kuno tersebut apalagi barisan kuno yg tergolong tingkatan tinggi dalam ilmu barisan,lain hal dengan prahara yg lagi meneliti dan mencari jalan keluar dari barisan gaib tersebut.prahara yg berpikir keras dalam barisan gaib itu tidak terpengaruh oleh barisan itu karena ia menggunakan ilmu sakti warisan si pedang malaikat yaitunya ilmu batin lembah kemala yang memerisai tubuh prahara.prahara yg lama dalam semak itu merasa sudah kehilangan banyak tenaga dalam hawa murninya dan akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari semak itu.
Prahara yg mw keluar dari semak itu terlihat masih memikirkan solusi yg terbai . para pendekar yg menunggu ketadangan prahara senengkan para tetua yg menunggu ,merasakan kedatangan seorang pendekar lihay. Terutama si jakung berbudi yg memiliki pengetahuan yang yg tinggi dibandingkan pendekar lainnya, sontak ia berkata jika itu prahara, begitu juga dengan para pendekar dan tetua yg sangat terkejut mendengar perkataan si jakung berbudi.
Tetapi di situasi yg tak menentu itu,,ketua margawa juga memerintahkan gabungan pendekar untuk bersiap bertarung, ketua margawa mengkhawatirkan jika itu merupakan tokoh sakti yg tdi menyuruh para pasukkan bertopeng untuk tidak mengejar mereka, yg mana si jakung berbudi mengakui kesaktian tokoh dari perkumpulan panji emas.
“ada tokoh sakti yg menuju ke sini !” sontak terkejut dari si jakung berbudi,, ia membuat para pendekar terkejut karena ada rasa khawatir datangnya para musuh dan berharap jika itu prahara.
“ Apa mungkin itu prahara tetua?” harap kelani
“ Bisa jadi, karena sejak hilangnya kelompok bertopeng sudah tidak ada lagi musuh yg kesini.” Balas si jakung berbudi,setelah itu ia melejit kepepohonon ean diikuti para pendekar yy penasaran dengan yg di rasakan si jakung berbudi.
“Tetua bukankah itu ilmu yg digunakan prahara saat mendekati semak itu” tanya pengemis dekil
“ Iya,,emng benar itu ilmunya pendekar aneh jubah putih yg telah disempurnakannya”. Yaitunya ilmu gerak bayangan yg diakui lebih kuat dari tokoh tua seperti si jakung berbudi,tetua bintang perak,dan tetua awan putih.
Setelah mendengar penjelasan si jakung berbudi para pendekar kelihtan kembira dengan kembali hadir nya prahara dalam kelompok mereka,,tak terkecuali dgn kelani yg telah mengkhawatirkan prahara.setalah beberapa saat terlihat seseorang yang mendekati gabungan pendekar yg tak lain adalah prahara yg telah kembali dari dalam semak itu, bergabungnya prahara dengan para pendekar di kaki gunung mesar diikuti oleh para pendekar yg tadi melejit ke atas untuk memastikan kehadiran prahara.
Prahara yg baru tiba di kaki gunung mesar dan bergabung dengan rombongan pendekar langsung memberi salamkpda para pendekar lani yg udah menunggu lama prahara langsng bertanya tentang kondisi prahara.
“ Apa kakang baik baik aja ?”. Tanya kelani manja
“ Kakang baik aja lani “. Balas prahara,, prahara pun menghadap kepada para tetua yg kelihatannya menunggu informasi dari prahara. Begitu juga dengan prahara yg kelihatannya juga menginginkan informasi dan pendapat dari para tetua dan para pendekar tentang apa yy dilakukan selama prahara tidak ada. Karena prahara tahu jika para tetua tidak mungkin diam saja menunggu informasi prahara ,apalagi para tetua yg sangat berpengalaman.
“apa kabar tetua”. Sapa prahara pada para tetua
“baik prahara, bagaimana dengan mu prahara ?”. Balas si jakung berbudi beserta anggukkan kepala para tetua dan ketua margawa dan narana.
“ Baik tetua”. Balas manis prahara
“ prahara apa yang terjadi ? Hingga kamu menghilang ?”. Tanya tetua bintang perak , Bersamaan itu para tetua dan pendekar muda mengarahkan mata mereka ke prahara yg ingin tahu apa yg telah terjadi pada prahara.
Komentar
Posting Komentar