Langsung ke konten utama

ran Kembali Menutup Selat Hormuz, Lalu Lintas Pelayaran Internasional Melambat


Kondisi pelayaran di selat Hormus, foto: Reuters

KabaKito-Iran mengumumkan kembali penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia. Keputusan tersebut memicu perlambatan lalu lintas kapal di kawasan Teluk dan meningkatkan kekhawatiran pasar global terhadap pasokan minyak mentah. Menurut laporan Reuters yang terbit pada 21 Juni 2026, jumlah kapal yang melintasi selat tersebut menurun tajam setelah pengumuman penutupan kembali oleh pihak Iran.

Reuters melaporkan bahwa Iran menyatakan penutupan dilakukan sebagai respons terhadap dugaan pelanggaran kesepakatan damai sementara oleh Amerika Serikat dan Israel. Pengumuman tersebut disampaikan melalui otoritas militer Iran dan diberitakan oleh kantor berita Mehr yang berafiliasi dengan pemerintah Iran.

Data perusahaan analisis pelayaran Kpler yang dikutip Reuters menunjukkan hanya lima kapal yang tercatat melintasi Selat Hormuz pada Minggu, jauh menurun dibandingkan 26 kapal sehari sebelumnya. Meski demikian, militer Amerika Serikat menyatakan bahwa sejumlah kapal komersial masih dapat beroperasi di kawasan tersebut.

Selat Hormuz merupakan jalur laut yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi rute utama ekspor minyak bagi sejumlah negara produsen energi di Timur Tengah. Gangguan di jalur ini berpotensi memengaruhi distribusi minyak dunia dan mendorong kenaikan harga energi di pasar internasional. Reuters mencatat harga minyak mentah Brent sempat bergerak naik di tengah meningkatnya ketidakpastian kawasan.

Penutupan terbaru ini terjadi setelah Iran sebelumnya sempat melonggarkan pembatasan pelayaran menyusul perpanjangan kesepakatan damai dengan Amerika Serikat. Namun, meningkatnya ketegangan terkait konflik di Lebanon membuat otoritas Iran kembali mengambil langkah penutupan.

Selain berdampak pada sektor energi, gangguan di Selat Hormuz juga mulai dirasakan oleh sektor perdagangan internasional. Sejumlah eksportir di Asia menyampaikan kekhawatiran terhadap keterlambatan pengiriman barang dan meningkatnya biaya logistik akibat ketidakpastian jalur pelayaran.

Hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian kapan pembatasan tersebut akan dicabut. Pembicaraan antara delegasi Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung di Swiss dengan mediasi sejumlah negara, termasuk Pakistan dan Qatar. Salah satu agenda pembahasan adalah status Selat Hormuz dan upaya menjaga stabilitas pelayaran internasional. 

Postingan Populer

Seruling Gading harimau Putih

Bag ; 39                 Menghawatirkan prahara yg hilang di barisan gaib cermin hidup Tetua bintang perak  yg berusaha menghindar dari lalat hijau yang tersimpan di barisan itu, begitu pula dengan teua awan putih dan si jakung berbudi yang mengeluarkan jurus-jurus andalanbmereka untuk melindungi diri mereka dari serangan lalat hijau,sambil berusaha menjauh dari kejaran lalat hijau . Setelah dapat menjauh dri lalat itu nereka kembali ke rombongan pendekar Para pendekar dan tetua mulai panik melihat wajah para tetua yang ilmunya tidak diragukan lagi terlihat wajah mereka  meneegang setelah dari jebakan itu begitu ,tambah tadi mereka mendengar suitan yang keras dari tetua bintang perak yang dialiri hawa sakti yang kuat. “Pasti ada sesuatu yang berbahaya  tersimpan di jebakkan itu”..kata pengemis dekil dalam hatinya “ada apa tetua ?”. Sahut lamtian dengan pendekar muda lainnya yg penasaran tentang apa yg di hadapi oleh para tetua. “Gil...

Ku Jajaki Kembali

 Ku jajaki kembali Kembali ku langkahkan kaki Menginjak rumput yang tak bersimpati Kulihat bayangan pun telah lari Dedaunan melambai pergi Ku pikir inilah akhirnya  Semua hal itu telah sirna Dimakan ruang dan waktu Bernostalgia hal ku mampu Meingat segala hal yang pernah tertuju Segala yang melukis tawa Pun melukis senyum di mata Apalah dayaku saat ini Melihat semua tak sama lagi Tak ada yang ku lihat Kecuali sedih di hati ini  Sapu lidi yang begitu kuat Ternyata kelamaan longgar juga Siapa yang tau hidup ini Manusia mudah datang dan pergi  Tanpa renungan di sanubari Ku tersadar  Semua tak akan sama lagi

Harapanku

 Perubahan suatu keniscayaan  Niscaya suatu berubah pada waktunya Begitu juga kekuatan ini Akan lemah pada waktunya Ku lihat batu yang mulai pecah kena air Ku lihat daun bergoyangan karena angin Ku lihat sekitarku berubah karena waktu Tak semua hal itu sekarang tetap ada Semua berangsur terkikis Apalah daya insan yang bernostalgia  Merindu segala kebersamaan saat itu  Meski semua sekarang berbeda Tak da larangan untuk berusaha Tak ada usaha yang mudah Semua butuh usaha dan susah payah Meringkus kehadirat tuhan Kembalikan hal itu semula Engkaulah yang maha menyatukan  Engkaulah yang mah mengabulkan 

Pemimpin G7 Dorong Stabilitas Global di Tengah Ketegangan Geopolitik

Foto: dts Nachrichtenagentur /IMAGO kabakito—Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 yang berlangsung pada 15–17 Juni 2026 di Évian-les-Bains, Prancis, menjadi ajang pembahasan berbagai isu global yang tengah menyita perhatian dunia. Konflik di Ukraina serta perkembangan diplomasi terkait Iran menjadi dua agenda utama dalam pertemuan para pemimpin negara tersebut. Para pemimpin negara anggota G7, yakni Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang, bersama perwakilan Uni Eropa, membahas langkah-langkah konkret untuk menjaga stabilitas internasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Terkait Iran, sejumlah negara Eropa mendorong tercapainya kesepakatan yang lebih komprehensif dalam perundingan yang sedang berlangsung. Mereka berharap kesepakatan tersebut tidak hanya berfokus pada isu nuklir, tetapi juga mampu menciptakan stabilitas jangka panjang di kawasan Timur Tengah. Sementara itu, konflik Rusia–Ukraina tetap menjadi perhatian utama dalam forum tersebu...